Programmer Is Dead. Semua Orang Bisa Bikin Website.

Programmer Is Dead. Semua Orang Bisa Bikin Website Sendiri. Ini bukan omong kosong atau sekedar mencari sensasi, tetapi kenyataan. Bahkan saya yg orang awam, kini bisa membuat websiteku sendiri tanpa bantuan siapapun, apalagi programmer, yakni Mutu Prima Consulting di http://www.mutuprima.com

Yang lebih dahsyat lagi, semua itu GRATIS. Tidak dipungut biaya sepeserpun. Dan tidak pakai bahasa program sedikitpun atau kode-kode HTML misalnya. Sangat mudah. Jauh lebih mudah daripada membuat Blog misalnya Blogspot. Yang lebih penting lagi, TAMPILANNYA KEREN, persis website. Kita bisa pilih-pilih tampilan. Mau ikutan sekarang? KLIK DI SINI atau di link berikut:


Kalau mau meningkatkan menjadi Website keren DOT COM atai DOT NET, kita tidak perlu susah-susah cari Web Hosting. Semua disediakan di sana. Dan kita bisa men-setting sendiri, karena memang sangat mudah.

Tidak hanya itu, biayanya juga sangat murah. HANYA KURANG DARI 40 DOLLAR PER TAHUN, kita sudah bisa punya website keren buatan kita sendiri di DOT COM atau DOT NET. Contohnya punyaku ini:


Nah, jangan ketinggalan. Segera bikin websitemu sendiri. GAMPANG. KEREN. GRATIS.


atau banner di bawah ini:

Kalau semua orang bisa bikin website sendiri semudah ini, maka bukan tidak mungkin Programmer Is Dead. Iya kali, ya?

Makelar Kasus, Kegagalan PSSI, dsb. Mengapa Semua itu Terjadi?

Kasus Makelar Pajak dan Makelar Kasus lainnya, kegagalan Timnas PSSI meraih prestasi di berbagai ajang beberapa tahun terakhir, dan masih banyak lagi kegagalan-kegagalan lain maupun kasus-kasus korupsi di negeri ini, mengapa hal itu bisa terjadi? Dari mana semua ini berawal atau berasal?

Tentu saja banyak hal yang menyebabkan semua itu terjadi. Seperti keterbatasan sumber daya, baik sumber daya manusia, dana, sarana-prasarana, dsb, seperti yang diungkapkan pengurus PSSI. Juga karena moralitas pejabat yang mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak seharusnya mereka lakukan, karena menyalahi aturan, seperti kasus Makelar Pajak. Dan masih banyak lagi yang menyebabkan hal itu terjadi.

Meskipun demikian, dari sekian banyak penyebab itu, sebenarnya bisa dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar penyebab, yakni masalah Kejujuran dan Kompetensi.

Siapapun juga, untuk bisa mengerjakan tugas, pekerjaan atau tanggung-jawabnya secara baik dan berhasil, dia dituntut untuk kompeten, memiliki kemampuan sesuai tuntutan pekerjaan, profesional, dan bisa mengatasi masalah. Kompetensi lebih berkonotasi dengan otak atau kecerdasan otak, profesionalisme, dan kemampuan phisik. Sedangkan Kejujuran lebih berkonotasi hati, seperti jujur, loyal, disiplin, motivasi, dsb.

Kalau seorang pimpinan beralasan bahwa ia gagal karena kurangnya sumber daya, minimnya sarana-prasarana, dsb, maka artinya pimpinan tersebut tidak mampu mengatasi masalah, karena pimpinan tidak cukup hanya berhenti pada tahap mencari dan mengidentifikasi penyebab, melainkan harus sampai pada tahap mencari, memberi solusi, memutuskan dan mengeksekusi tindakan perbaikan untuk mengatasi penyebab dan menyelesaikan masalah.

Ia harus mampu menggerakkan semua potensi yang ada, baik di dalam maupun di luar organisasi untuk menjadi kekuatan dalam mencapai tujuan organisasi. Kalau ia tidak mampu melakukannya, apapun alasannya, berarti dia memang tidak kompeten. Dia bukan orang yang tepat untuk posisi itu. Dia bukan The Right Man on The Right Place.

Pertanyaannya, kenapa orang tidak kompeten bisa menduduki posisinya? Itulah yang harus dievaluasi dan dijawab.

Selain kompeten, seoprang pimpinan atau karyawan biasa yang tidak mempunyai kedudukan strategis sekalipun, dia harus jujur, loyal, disiplin, dan memiliki ethos kerja yang tinggi. Orang yang memiliki kompetensi tetapi tidak jujur, tidak loyal, tidak disiplin, dsb, maka dia akan menggunakan kecerdasannya, kepandaiannya, dan kemampuannya untuk berbuat yang tidak semestinya, untuk kepentingan pribadi atau kelompok, yang tidak sejalan dengan tujuan organisasi, dan justru merugikan organisasi. Di situlah muncul korupsi, baik yang dilakukan secara sendiri, maupun kolusi untuk melakukan korupsi, seperti makelar kasus.

Rekruitmen dan Lingkungan Kerja.

BERSAMBUNG...

Keteladanan Pimpinan dan Kinerja Perusahaan

Apa jadinya jika (maaf) mulut seorang pimpinan sudah tidak dipercaya lagi oleh para karyawan karena kelakuan pimpinan tsb di dalam perusahaan yg tidak bisa diteladani, baik dari segi disiplin, kejujuran, moralitas, dan juga etos kerja serta kecerdasannya dalam mengatasi masalah?

Apa pula tindakan yg harus diambil oleh manajemen terkait dengan gaya pemimpin yg ”Jarkoni” atau NATO (No Action, Talk Only), Sok Jagoan, dan tidak lagi memiliki kepercayaan atau legitimasi di mata karyawan?

Apakah di perusahaan Anda ada pemimpin yg memiliki karakteritik seperti itu? Jika tidak ada, maka berbahagialah Anda, dan Anda boleh berharap, perusahaan Anda akan terus berprestasi, karena karyawan akan mendukung pemimpin-nya, sehingga program-program perusahaan bisa berjalan baik dengan dukungan karyawan. Tetapi jika kebetulan di perusahaan tempat Anda bekerja ada pemimpin seperti itu, sebagai karyawan apa yg akan Anda lakukan?

Apakah Anda akan diam saja, dis-motivasi, dan membiarkan pemimpin seperti itu "menguasai" perusahaan, tetapi di balik itu, karena Anda tidak berani bersuara, Anda mendoakan semoga alam segera "menghukum" pemimpin Anda?

Kiamat 2012 di Mata Putri Kecilku.

Komentar orang tentang ramalan kiamat 2012 yg mendasarkan pada kalender suku Maya sudah begitu banyak. Meskipun sebenarnya tanggapan para ahli kalender tentang kebenaran ”arti” kalender suku Maya yg konon kabarnya berakhir pada 21 Desember 2012 itu sendiri tidak 100% mengamini hal tsb sebagai hari kiamat.

Seperti biasa, ketika muncul ramalan tentang kiamat, maka kemudian banyak orang beragama yg menanggapinya dengan membandingkannya dengan kitab suci yg dipercayainya. Orang-orang beragama, khususnya agama dari Timur Tengah, seperti ini umumnya mengatakan bahwa kita tidak perlu takut pada ramalan kiamat 2012 itu, karena ramalan itu belum tentu benar, karena sebenarnya hanya Tuhan yg tahu kapan kiamat tiba.

Hollywood yg merupakan gudangnya film-film fiksi ”menangkap” fenomena ini sebagai sebuah ”peluang bisnis” dengan menjual film ”2012”. Dan ketika film ini diputar di Indonesia, maka kemudian film ini pun laris-manis, karena ”momentum”nya tepat dan tidak lepas pula karena penonton Indonesia yg cenderung ”Hollywood Minded”. Alhasil, larangan MUI di beberapa daerah pun tak digubris, dan penonton pun tetap saja membludak.

2012 di Mataku.

Bagi saya sendiri, yang kebetulan juga meyakini Agama Timur Tengah, saya tidak mau terjebak pada kemungkinan benar-tidaknya ramalan 2012. Yg jelas, saya harus selalu berjaga-jaga bila saatnya tiba. Kapanpun itu terjadi, saya dalam kondisi yg terjaga, siap, dan tidak ada rasa takut sedikitpun.

Kenapa tidak ada rasa takut? Karena kiamat, sejauh yg saya tahu dan yakini, ia bukan akhir dari segalanya melainkan datangnya Kerajaan Allah. Ada tertulis: ”Berjaga-jagalah, karena kerajaan Allah sudah dekat”. Di samping itu, bukankah para ahli dari NASA juga sudah meyakinkan, bahwa pada tahun 2012 tidak akan terjadi hujan meteor sebagaimana yg dilukiskan dalam film itu?

Yg lebih penting adalah bagaimana kita berupaya menjaga lingkungan alam kita agar bumi ini berumur lebih panjang sehingga anak-cucu kita kelak bisa ikut menikmati. Itulah sebabnya sejak awal November 2009 ini saya mulai mengurangi konsumsi daging dan beralih ke Vegetarian. Makan sayur dan buah-buahan. Di samping mengungari emisi gas Metana dan CO-2 dari binatang yg efek rumah kacanya jauh lebih besar daripada konsumsi energy dari bahan bakar fosil, ternyata vegetarian juga membuat badan saya terasa lebih segar dan sehat.

Ketakutan Putri Kecilku tentang Kiamat 2012

Yang saya sedikit khawatirkan justru ketakutan putri kecilku yg baru kelas satu SD mengenai apa yg akan terjadi tahun 2012 nanti. Ia nampak begitu ketakutan. Bahkan, ketika menyaksikan cuplikan film 2012 di televisi, ia sampai menangis ketakutan.

Ketakutannya itu juga ia tunjukkan dalam tulisan yg ia tunjukkan kepada saya dan ibunya beberapa hari lalu sewaktu kami pulang dari kantor. Seperti biasa ia menghampiri kami. Tetapi kali itu lain. Bukannya menyambut kami dengan jabat tangan atau ciuman, melainkan ia datang dengan membawa buku menunjukkan tulisannya akan ketakutanannya jika kelak terjadi kiamat di tahun 2012. Tulisannya seperti ini:

Tahun 2012 Via sudah kelas empat SD. Tapi Via takut karena pada tahun itu akan ada kiamat. Bagaimana kalau nanti ada meteor yg jatuh di Indonesia. Nanti di Indonesia bisa terjadi gempa bumi, banjir dan sebagainya. Makanya Via takut.

Ketika saya tanya dari mana dia mengetahui hal kiamat 2012 itu, dia menceritakan bahwa dia melihatnya di Televisi. Inilah yg membuat saya sedikit khawatir. Televisi memang seringkali menimbulkan ”masalah” bagi anak saya.

Di mata anakku, Livia, tahun
2012 sepertinya benar-benar akan kiamat. Saya sudah mencoba untuk memberi gambaran atau penjelasan tentang 2012 kepadanya. Tetapi sejauh ini belum cukup manjur. Adakah di antara Anda yg ingin berbagi tips? Terima kasih sebelumnya. Kami tunggu tipsnya.

Musim Hujan Tiba, Waktunya Memulai Budidaya Jamur

Budidaya jamur, apakah jamur kuping hitam, jamur tiram atau jamur lainnya, sangat tepat dimulai pada awal musim hujan seperti sekarang ini. Kenapa? Karena kelembaban udaranya mencukupi sehingga potensi untuk menghasilkan produksi jamur yg tinggi pun ada. Setidaknya, itulah yg diungkapkan Lestari, pengusaha jamur dari Yogyakarta, seperti dilansir Kompas hari Sabtu, 14 November 2009.

Membaca pengalaman Lestari berbisnis jamur kuping hitam dan jamur tiram yg sukses, mungkin cukup layak bagi kita untuk mencoba terjun di bisnis ini. Bagaimana tidak? Dengan modal yg tidak terlalu besar, dan didukung oleh lima karyawannya, perbulan Lestari bisa meraih penjualan Rp. 750.000,- per hari atau Rp. 22.500.000,- per bulan dengan hasil bersih mencapai Rp. 7.500.000,- per bulan.

Menurut Lestari, budidaya jamur kuping hitam dan jamur tiram tidaklah terlalu sulit. Di samping itu, pasarnya juga masih terbuka lebar. Pangsa pasar jamur kuping hitam dan jamur tiram adalah lokal Yogya dan Bandung. Untuk bibit jamur dan keripik jamur produk Lestari, dipasarkan di Yogyakarta saja masih kurang.

Lestari (45th) adalah sarjana lulusan UNS Surakarta yg sebelumnya bekerja di Kalimantan. Kebetulan perusahaan tempatnya bekerja juga ada kaitannya dengan jamur. Ketika Ia mendengar bahwa budidaya jamur di Yogya mulai ramai, maka kembalilah Ia ke Yogya, kota kelahirannya. Di sana Ia pun kemudian menekuni budidaya jamur kuping hitam dan jamur tiram hingga kemudian sukses.

Kisah sukses Lestari selengkapnya bisa Anda baca di Kompas cetak atau di e-paper Kompas hari Sabtu, 14 November 2009. Ayo ikutan sukses budidaya jamur kuping hitam, jamur tiram atau jamur lainnya, mumpung musim hujan mulai tiba. Dan sukseslah seperti Lestari.

Artikel Menarik Lainnya:

PARIWARA: Outbound Training