Tuhan, Siapa Sebenarnya Stanley Sutrisno Ini?

Pernahkan suatu saat dalam hidup ini Anda merenung dan "mempertanyakan" eksistensi / keberadaan diri kita di dunia ini? Pernahkan Anda bertanya kenapa Anda harus ada di dunia ini? Ketika Anda merasakan hidup ini begitu berat, pernahkah Anda bertanya mengapa saya harus mengalami semua ini? Pernahkah Anda mencari makna di balik semua "kesulitan hidup" ini dan mencari siapa jati diri Anda sebenarnya?

Kalau jawabnya adalah "pernah", maka pada saat tertentu berarti kita ada pada posisi yang sama. Kita "senasib". Dengan begitu barangkali kita bisa berbagi agar "nasib" yg kita alami bisa menjadi sedikit lebih ringan. Dan barangkali kita bisa saling menguatkan. Itulah tujuan dari artikel ini.

Selama ini saya seringkali bertanya dalam diri, kenapa Tuhan menjadikan aku orang yang, orang bilang, "Tidak Konsisten" dan gampang bosan. Kenapa Tuhan memberi saya "banyak cobaan", hidup susah sejak kecil. Dan sekarang, meskipun "sudah jadi orang", tapi nyatanya masih susah juga. Salah satunya adalah selalu "Lebih Besar Pasak daripada Tiang".

Orang selalu berkata, di balik kesusahan, di balik setiap peristiwa pasti terkandung makna. Dan selama ini saya sangat hafal kata-kata bijak tersebut. Tetapi, ketika saya mencari-dan-terus-mencari makna di balik kesulitan hidup, ketidak-konsistenan saya, dan ke-mudah-bosanan saya, saya selalu gagal dan gagal lagi.

Satu hal lagi, saya terkadang menyesali, kenapa aku ini harus diberi watak, yang orang bilang, "Idealis". Saya belum bisa menemukan bahwa idealisme saya ini menguntungkan saya. Yang jelas, karena idealisme saya inilah hingga saat ini saya tidak mau mendaftarkan diri jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tidak mau jadi Akuntan Publik. Padahal potensi itu kemungkinan besar sangat ada, khusunya untuk menjadi seorang Akuntan Publik, karena aku memang seorang akuntan, dan sudah punya nomor register Akuntan. Karena idealisme saya itu pulalah saya "tidak bisa punya banyak teman" di kantor.

Pergulatan untuk terus mencari makna di balik semua "kekurangan" saya itu, sama susahnya dengan menjawab pertanyaan: "Siapa sejatinya Stanley Sutrisno itu?". Tapi saya terus bergelut dan bergulat untuk selalu melakukan pencarian itu. Walau kadang lelah, kadang putus asa, kadang pasrah.

Adakah yg berkenan berbagi...???

Salam.

4 comments:

Anonymous said...

Pak Stanley,nampaknya kita senasib seperjuangan. ...hehehe. ...baik sebagai akuntan maupun sebagai sesama peziarah yang bergulat dengan pertanyaan "Siapakah aku? Mengapa aku ada di dunia fana ini? Kemanakah tujuan akhirku?".Ijinkan saya berbagi dengan anda.

Perenungan atas pertanyaan diatas bagi saya terkait erat dengan masalah iman spiritualitas dan merupakan satu titik persimpangan jalan hidup selanjutnya yang akan kita pilih dan tempuh.Persimpangan antara jalan ke dunia atas dan dunia bawah,persimpangan antara keabadian dan kefanaan,sesuai dengan kodrat ke-Ilahi-an dan ke-daging-an yang sekaligus melekat pada diri setiap manusia.

Di satu sisi,kodrat ke-Ilahi-an ini memanggil dan mengarahkan kita semua menuju ke-kebahagiaan abadi di dunia atas,sedangkan di sisi lain kodrat kedagingan ini membawa kita semakin dalam ke arah dunia bawah dengan segala macam masalah yang tiada akhirnya,dari hari ke hari.Atau dengan kata lain,hidup kita merupakan medan pertempuran yang nyata antara atas dan bawah,antara terang dan gelap,antara kebaikan dan kejahatan.

Sebagai umat yang "beriman",mungkin kita bisa sepakat bahwa pada titik persimpangan ini,jalan selanjutnya yang akan kita pilih dan tempuh adalah yang menuju ke dunia atas,mengikuti arah sumber panggilan ilahiah.Kalaupun kita sudah memulai langkah kita di jalan ini,tetap saja masalah2 hidup selalu saja ada,selalu "nggandoli" kita entah yang terkait dengan materi.Kita, dengan kekuatan sendiri,tidak mungkin mampu mendapatkan satu solusi yang bisa menyelesaikan "pertempuran" ini sekali untuk selamanya.

Walaupun demikian ada satu hal yang sebaiknya kita perjuangkan dengan keras,bukan untuk menghilangkan masalah2 hidup,tapi untuk bisa merasakan kedamaian sejati ditengah kerumunan masalah2 ini....yakni berusaha untuk berserah diri dengan segenap jiwa,hati dan akal budi kepadaNya.Segala sesuatu yang ada di muka bumi ini terjadi atas sepengetahuanNya dan untuk segala sesuatu ini,ada saatNya masing2.Sikap berserah diri akan memberikan kedamaian sejati dalam menghadapi masalah2 hidup yang tak ada ujungnya,termasuk "masalah" karakter/kepribadia n kita yang berbeda dengan orang2 lain.

Andaikata mau,pastilah Tuhan menciptakan setiap orang dengan karakter2 atau gift tertentu saja atau yang menggembirakan saja.Kenyataannya tidak demikian karena memang Dia tidak menghendaki "keseragaman" karakter, gift,dll. Tentunya "ketidakseragaman" ini juga ada tujuanNya,agar kita semua bisa saling berbagi,saling mengisi.

Idealisme anda,saya yakin tidak sia-sia.Pasti ada manfaat yang tidak anda lihat kasat mata,namun dirasakan oleh orang2 lain di sekitar anda.Ini sesuai prinsip diatas.

Out of topic sedikit,saat saya merenungkan pertanyaan "siapakah aku? mengapa aku ada di dunia ini? kemanakah tujuanku?".. ...saya sempat mencari jawabannya dalam buku2 spiritualitas/ mistik agama saudara2 kita yg berbeda iman,seperti sufism,kejawen, dll.Sangkan paraning dumadi....manusia dari mana dan mau menuju kemana.....itu jugalah yang dicari oleh para peziarah Jawa kuno.

Harus saya akui,ada hal2 positif juga yang mencerahkan saya disana.Namun, pada akhirnya,ternyata yang benar2 bisa memberikan jawaban utuh dan komprehensif ada di depan mata saya sendiri yang selama itu belum saya dalami,yaitu "Katekismus Gereja Katolik". Ternyata KGK kita sungguh kaya akan nilai2 kebenaran Ilahi,termasuk yang bersifat mistik.Ironis ya,saya seakan seperti orang buta di rumah sendiri yang sedemikian indahnya.

Kalau boleh saran,silakan direnungkan Katekismus no.1700-1948. Semoga bisa memberi manfaat bagi kita yang dalam proses pencarian dan pergulatan spiritual atas pertanyaan klasik diatas.:)

Maaf kalau sharing saya bertele-tele dan tidak to the point.

Salam,
RB.

Anonymous said...

Salam damai,

siapapun anda percayalah Tuhan sayang dan dekat dengan anda bahkan sangat dekat .
kenapa saya bilang begitu , yang saya alami lebih berat lagi.
dari kecil apa yang saya dambakan tidak pernah bisa saya miliki , hingga saat ini tapi itulah yang justru membuat saya tahu inilah hidup yang sebenarnya.

saya lahir dan besar dari keluarga yang sederhana, bapak saya cuma pegawai negeri biasa , ketika itu saya kepingin kuliah , saya harus mengalah demi adik2 saya , saya gak bisa kuliah padahal saya sudah belajar, berpuasa, berdoa tapi Tuhan punya rencana lain .

ketika sudah bekerja ,adik saya dipanggil pulang kembali ke rumahNYA pukulan terbesar dalam hidup saya, ketiga ketika bertemu seseorang yang saya pikir orang yang tepat akan mendapingi hidup saya ternyata Tuhan tak berkenan untuk menyatukan kami.dan saat ini ketika kehidupan ekonomi saya dalam kondisi sulit , ayah saya sakit saya merasa tenaga saya terkuras habis dan tak berdaya.

kadang timbul pertanyaan dalam hati saya Tuhan mengapa semua yang terjadi belum cukup?
hingga kekuatan manusia saya terkuras habis, pada akhirnya dalam kesuliatan saya ssat ini saya yakin sekalipun TUHAN tidak akan meninggalkan kita .

percayalah cuma iman dan keyakinan kita yang diperlukan untuk melewati semua ini.
sebenarnya banyak hal lain yang gak saya tulis disini , saya hanya ingin anda yakin dan kuat hati pasti semua ini bisa terllewati.
saat ini pun saya dalam kondisi kehidupan yang berat , masa depan perusahaan saya yang semakin sulit , kindisi orang tua yang sakit ekonomi yang lagi surut, tapi saya harus kuat karena hisup harus saya jalani, dan saya gak boleh putus asa.

ini cara saya untuk bisa menguatkan orang lain bahwa Tuhan ada dan dekat dengan kita mesaki ujian dan cobaan tak pernah berhenti datan dalam kehidupan kita.

terimakasih dan semoga berkenan.

salam

rn

Stanley Sutrisno said...

Terima kasih kepada Anda semua yg telah berkenan menanggapi sharing saya ini. Semoga semuanya menjadi kekuatan dan pencerahan bagi saya dalam melangkah ke depan.

Hari ini, Kamis - 20 Agt' 2009, saya juga mendapat pencerahan dari anggota milis ApiKatolik yg bernaman Lilyana Hardjono yg memforward dari, kalau tidak salah, Pak Haryono.

Pencerahan itu bunyinya seperti ini:

.......

Halo bapak2 ikutan nimbrung yah...

Ini ada(cuplikan) tulisan bagus yang saya dapatkan dari Apik juga (kalo nggak salah kiriman Pak Haryono, yg fwd2nya bagus sekali).

Ini yang selalu saya ingat ketika saya menanyakan kembali siapa saya dan mengapa saya ada di dunia ini:

Jangan mencari siapa kamu tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu..

berhentilah mencari mengapa saya disini..ciptakanlah tujuan itu.

Hidup bukanlah proses pencarian tapi sebuah proses penciptaan.

Teguhlah dalam iman dan buanglah rasa takut.

Hidup adalah misteri untuk dipecahkan bukan masalah untuk diselesaikan

Percayalah kepada-Ku..hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.
..........

Sekali lagi, terima kasih untuk semuanya.

Animax said...

wahh kayaknya penuh penderitaan nihh kawan, inget kemampuan manusia tuhh ada batasnya, tpi usaha ama kerja keraslah yg tak terbatas.... hehehehe

Artikel Menarik Lainnya:

PARIWARA: Outbound Training