- Mengurangi / menekan konsumsi energy tak terbarukan agar persediaanya tidak segera habis.
- Menekan emisi gas buang, khususnya CO-2, yg merupakan sumber dari masalah pemanasan global yg memiliki implikasi luas, khususnya perubahan cuaca (Climate Change).
- Menekan biaya produksi sebagai salah satu faktor penentu daya saing produk (alasan bisnis).
- Mematuhi perundang-undangan yg terkait konseravasi energy atau manajemen energy (energy management). Dalam hal ini adalah UU 30 th. 2007 tentang energy dan PP 70 th 2009 tentang konseravasi energy.
Terkait dengan hal tsb di atas pemerintah, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pusat bidang Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA), menunjukkan komitmennya dengan mengadakan berbagai kegiatan. Di antaranya adalah Training / Pelatihan Auditor Energy dan Workshop Assessment Energy.
Saya sendiri mengikuti pelatihan Auditor Energy tsb angkatan ke II pada tahun 2006, dan sudah dinyatakan lulus dengan mendapat sertifikat Auditor Energy. Training ini dilakukan bekerja sama dengan Energy Manajemen Indonesia (EMI d/h PT. Koneba - Persero).
Pelatihan sebagaimana tsb di atas masih terus berlanjut seperti yg dilaksanakan bulan Juli lalu di Semarang. Selain pelatihan Auditor Energy juga diadakan Workshop Assessment Energy. Workshop dilaksanakan di Hotel Graha Santika Semarang selama sehari. Saya sendiri diminta menjadi nara sumber untuk memberikan semacam Testimoni Success Story Implementasi Manajemen Konservasi Energy di perusahaan kami. Ini merupakan kali yg ke dua saya diminta menjadi nara sumber semacam ini.
Dalam beberapa kesempatan saya juga diminta untuk menjadi pemateri pada pelatihan audit energy khususnya untuk materi manajemen konservasi energy. Foto di atas adalah foto saya (ke dua dari kiri, memakai jaket hitam dan baju merah) saat menjadi nara sumber di Hotel Graha Santika Semarang bulan Juli 2009 lalu. Sedangkan foto di bawah adalah foto bersama rekan-rekan peserta training auditor energy tahap ke tiga Angkatan II di PT. Batamtex, Ungaran, Kab. Semarang.
Salah satu alasan kenapa saya dipilih menjadi nara sumber dan juga pemateri adalah:
- Karena saya bukan "Orang Lapangan" yg langsung menangani energy atau pun seorang lulusan teknis yg terkait energy, melainkan saya seorang Akuntan. Bagaimana seorang Akuntan bisa Concern terhadap masalah konservasi energy? Itulah yang ingin dibagikan kepada para perserta Workshop.
Jawabannya adalah, karena saya manajer audit operasional yang tugasnya mencakup pula audit energy. Konservasi energy hanya bisa sukses jika manajemen puncak memiliki komitmen, dan posisi Manajer Internal Audit adalah sangat strategis untuk "menyadarkan" Top Manajemen, karena Ia "bisa menghitung" kerugian dalam nilai rupiah. Dan inilah yg biasanya lebih mendapat perhatian Top Manajemen. "DUIT".
- Karena sebagai seorang Akuntan saya memahami ilmu manajemen, dan karena kebetulan saya adalah seorang Manajer Internal Audit, yg mencakup pula audit Operasional, maka ilmu manajemen konservasi energy saya ingin mereka bagikan kepada peserta workshop maupun peserta pelatihan konservasi energy atau peserta pelatihan audit energy.
Bila Anda hendak berbagi atau Sharing terkait dengan masalah Konservasi Energy, system manajemen energy (energy management system) atau manajemen energy (energy management) silakan hubungi saya melalui e-mail atau telpon sebagaimana tercantum di bagian bawah situs ini. Atau Anda bisa membaca Blog saya yg khusus membahas konservasi energy, yakni "Planet Energy". Silakan KLIK DI SINI atau di link berikut:
http://planet-energy.blogspot.com
Terima kasih.
1 comment:
Inverter sangat membantu untuk konservasi energy pada aplikasi blower dan pompa, industries textile sangat banyak aplikasi tersebut. powtran inverter sangat cocok untuk konservasi energy karena harga yang murah dan type yang sesuai dengan kebutuhan dan garansi. untuk detail powtran inverter lihat di www.powtran.web.id
Semoga bermanfaat trimakasih.
Salam,
Antok
Post a Comment